Data yang ditemukan : 6236
Halaman : 222 Dari 624
Hasil Ke:2211 s/d 2220
|
﴾
Al Kahfi:71
﴿
Maka berjalanlah keduanya, hingga tatkala keduanya menaiki perahu lalu Khidhr melobanginya. Musa berkata: Mengapa kamu melobangi perahu itu akibatnya kamu menenggelamkan penumpangnya? Sesungguhnya kamu telah berbuat sesuatu kesalahan yang besar.
|
maka keduanya pergi
فَانطَلَقَا
sehingga
حَتَّىٰٓ
tatkala
إِذَا
keduanya
رَكِبَا
dalam
فِى
perahu
السَّفِينَةِ
melubanginya
خَرَقَهَا
ۖ
(Musa) berkata
قَالَ
mengapa kamu melubanginya
أَخَرَقْتَهَا
untuk kamu menenggelamkan
لِتُغْرِقَ
ahlinya/penumpangnya
أَهْلَهَا
sesungguhnya
لَقَدْ
kamu mendatangkan
جِئْتَ
sesuatu
شَيْـًٔا
mungkar
إِمْرًا
﴿٧١﴾
|
﴾
Al Kahfi:72
﴿
Dia (Khidhr) berkata: Bukankah aku telah berkata: Sesungguhnya kamu sekali-kali tidak akan sabar bersama dengan aku.
|
(Khaidir) berkata
قَالَ
tidakkah
أَلَمْ
aku katakan
أَقُلْ
sesungguhnya kamu
إِنَّكَ
tidak akan
لَن
kamu sanggup
تَسْتَطِيعَ
bersama aku
مَعِىَ
sabar
صَبْرًا
﴿٧٢﴾
|
﴾
Al Kahfi:73
﴿
Musa berkata: Janganlah kamu menghukum aku karena kelupaanku dan janganlah kamu membebani aku dengan sesuatu kesulitan dalam urusanku.
|
(Musa) berkata
قَالَ
jangan
لَا
kamu menghukum aku
تُؤَاخِذْنِى
dengan apa/sebab
بِمَا
aku lupa
نَسِيتُ
dan jangan
وَلَا
kamu membebani aku
تُرْهِقْنِى
dari
مِنْ
urusanku
أَمْرِى
kesulitan
عُسْرًا
﴿٧٣﴾
|
﴾
Al Kahfi:74
﴿
Maka berjalanlah keduanya; hingga tatkala keduanya berjumpa dengan seorang anak, maka Khidhr membunuhnya. Musa berkata: Mengapa kamu membunuh jiwa yang bersih, bukan karena dia membunuh orang lain? Sesungguhnya kamu telah melakukan suatu yang mungkar.
|
maka keduanya pergi/berjalan
فَانطَلَقَا
sehingga
حَتَّىٰٓ
tatkala
إِذَا
keduanya bertemu
لَقِيَا
anak muda
غُلٰمًا
maka (Khaidir) membunuhnya
فَقَتَلَهُۥ
(Musa) berkata
قَالَ
mengapa kamu membunuhnya
أَقَتَلْتَ
jiwa/orang
نَفْسًا
suci/bersih
زَكِيَّةًۢ
dengan tidak
بِغَيْرِ
jiwa/orang
نَفْسٍ
sesungguhnya
لَّقَدْ
kamu mendatangkan
جِئْتَ
sesuatu
شَيْـًٔا
mungkar
نُّكْرًا
﴿٧٤﴾
|
﴾
Al Kahfi:75
﴿
Khidhr berkata: Bukankah sudah kukatakan kepadamu, bahwa sesungguhnya kamu tidak akan dapat sabar bersamaku?
|
۞
(Khaidir) berkata
قَالَ
tidakkah/bukankah
أَلَمْ
aku katakan
أَقُل
kepadamu
لَّكَ
sesungguhnya kamu
إِنَّكَ
tidak
لَن
kamu sanggup/dapat
تَسْتَطِيعَ
bersamaku
مَعِىَ
bersabar
صَبْرًا
﴿٧٥﴾
|
﴾
Al Kahfi:76
﴿
Musa berkata: Jika aku bertanya kepadamu tentang sesuatu sesudah (kali) ini, maka janganlah kamu memperbolehkan aku menyertaimu, sesungguhnya kamu sudah cukup memberikan uzur padaku.
|
(Musa) berkata
قَالَ
jika
إِن
aku menanyakan kepadamu
سَأَلْتُكَ
dari/tentang
عَن
sesuatu
شَىْءٍۭ
sesudahnya
بَعْدَهَا
maka janganlah
فَلَا
kamu menjadikan aku sahabat
تُصٰحِبْنِى
ۖ
sesungguhnya
قَدْ
kamu telah sampai/cukup
بَلَغْتَ
dari
مِن
sisiku/kepadamu
لَّدُنِّى
beralasan
عُذْرًا
﴿٧٦﴾
|
﴾
Al Kahfi:77
﴿
Maka keduanya berjalan; hingga tatkala keduanya sampai kepada penduduk suatu negeri, mereka minta dijamu kepada penduduk negeri itu, tetapi penduduk negeri itu tidak mau menjamu mereka, kemudian keduanya mendapatkan dalam negeri itu dinding rumah yang hampir roboh, maka Khidhr menegakkan dinding itu. Musa berkata: Jikalau kamu mau, niscaya kamu mengambil upah untuk itu.
|
maka keduanya berjalan
فَانطَلَقَا
sehingga
حَتَّىٰٓ
tatkala
إِذَآ
keduanya datang/sampai
أَتَيَآ
penduduk
أَهْلَ
suatu negri
قَرْيَةٍ
keduanya minta makan/dijamu
اسْتَطْعَمَآ
penduduknya
أَهْلَهَا
maka mereka menolak
فَأَبَوْا۟
untuk
أَن
mereka menjamu keduanya
يُضَيِّفُوهُمَا
maka/lalu keduanya mendapatkan
فَوَجَدَا
didalamnya
فِيهَا
dinding
جِدَارًا
hendak
يُرِيدُ
bahwa
أَن
ia roboh
يَنقَضَّ
maka (khaidir) menegakkannya
فَأَقَامَهُۥ
ۖ
(Musa) berkata
قَالَ
jikalau
لَوْ
kamu menghendaki
شِئْتَ
tentu kamu mengambil
لَتَّخَذْتَ
atasnya
عَلَيْهِ
upah
أَجْرًا
﴿٧٧﴾
|
﴾
Al Kahfi:78
﴿
Khidhr berkata: Inilah perpisahan antara aku dengan kamu; kelak akan kuberitahukan kepadamu tujuan perbuatan-perbuatan yang kamu tidak dapat sabar terhadapnya.
|
(Khaidir) berkata
قَالَ
inilah
هٰذَا
perpisahan
فِرَاقُ
diantaraku
بَيْنِى
dan diantara kamu
وَبَيْنِكَ
ۚ
akan aku beritahukan kepadamu
سَأُنَبِّئُكَ
ta'wil/maksud kejadian
بِتَأْوِيلِ
apa
مَا
yang tidak
لَمْ
kamu sanggup/dapat
تَسْتَطِع
atasnya/terhadapnya
عَّلَيْهِ
bersabar
صَبْرًا
﴿٧٨﴾
|
﴾
Al Kahfi:79
﴿
Adapun bahtera itu adalah kepunyaan orang-orang miskin yang bekerja di laut, dan aku bertujuan merusakkan bahtera itu, karena di hadapan mereka ada seorang raja yang merampas tiap-tiap bahtera.
|
adapun
أَمَّا
perahu
السَّفِينَةُ
maka adalah ia
فَكَانَتْ
milik orang-orang miskin
لِمَسٰكِينَ
mereka bekerja
يَعْمَلُونَ
di
فِى
laut
الْبَحْرِ
maka aku hendak
فَأَرَدتُّ
bahwa
أَنْ
aku merusak
أَعِيبَهَا
dan adalah
وَكَانَ
dibelakang mereka
وَرَآءَهُم
seorang raja
مَّلِكٌ
dia mengambil
يَأْخُذُ
tiap-tiap
كُلَّ
perahu
سَفِينَةٍ
dengan paksa/merampas
غَصْبًا
﴿٧٩﴾
|
﴾
Al Kahfi:80
﴿
Dan adapun anak muda itu, maka keduanya adalah orang-orang mukmin, dan kami khawatir bahwa dia akan mendorong kedua orang tuanya itu kepada kesesatan dan kekafiran.
|
dan adapun
وَأَمَّا
anak muda
الْغُلٰمُ
maka adalah
فَكَانَ
kedua orang tuanya
أَبَوَاهُ
keduanya orang mukmin
مُؤْمِنَيْنِ
maka kami khawatir
فَخَشِينَآ
bahwa
أَن
dia akan mendorong keduanya
يُرْهِقَهُمَا
kedurhakaan
طُغْيٰنًا
dan kekafiran
وَكُفْرًا
﴿٨٠﴾
|