Data yang ditemukan : 6236
Halaman : 202 Dari 624
Hasil Ke:2011 s/d 2020
|
﴾
An Nahl:110
﴿
Dan sesungguhnya Tuhanmu (pelindung) bagi orang-orang yang berhijrah sesudah menderita cobaan, kemudian mereka berjihad dan sabar; sesungguhnya Tuhanmu sesudah itu benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
|
kemudian
ثُمَّ
sesungguhnya
إِنَّ
Tuhanmu
رَبَّكَ
bagi orang-orang yang
لِلَّذِينَ
(mereka) berhijrah
هَاجَرُوا۟
dari
مِنۢ
sesudah
بَعْدِ
apa
مَا
mereka dicoba/diuji
فُتِنُوا۟
kemudian
ثُمَّ
mereka berjihad
جٰهَدُوا۟
dan mereka bersabar
وَصَبَرُوٓا۟
sesungguhnya
إِنَّ
Tuhanmu
رَبَّكَ
dari
مِنۢ
sesudah itu
بَعْدِهَا
sungguh Maha Pengampun
لَغَفُورٌ
Maha Penyayang
رَّحِيمٌ
﴿١١٠﴾
|
﴾
An Nahl:111
﴿
(Ingatlah) suatu hari (ketika) tiap-tiap diri datang untuk membela dirinya sendiri dan bagi tiap-tiap diri disempurnakan (balasan) apa yang telah dikerjakannya, sedangkan mereka tidak dianiaya (dirugikan).
|
۞
pada hari
يَوْمَ
datang
تَأْتِى
tiap-tiap
كُلُّ
diri
نَفْسٍ
mendebat/membela
تُجٰدِلُ
dari
عَن
dirinya
نَّفْسِهَا
dan dipenuhi/disempurnakan
وَتُوَفَّىٰ
tiap-tiap
كُلُّ
diri
نَفْسٍ
apa
مَّا
telah dikerjakan
عَمِلَتْ
dan/sedang mereka
وَهُمْ
tidak
لَا
dianiaya/dirugikan
يُظْلَمُونَ
﴿١١١﴾
|
﴾
An Nahl:112
﴿
Dan Allah telah membuat suatu perumpamaan (dengan) sebuah negeri yang dahulunya aman lagi tenteram, rezekinya datang kepadanya melimpah ruah dari segenap tempat, tetapi (penduduk)nya mengingkari nikmat-nikmat Allah; karena itu Allah merasakan kepada mereka pakaian kelaparan dan ketakutan, disebabkan apa yang selalu mereka perbuat.
|
dan membuat
وَضَرَبَ
Allah
اللَّـهُ
perumpamaan
مَثَلًا
suatu negeri
قَرْيَةً
adalah
كَانَتْ
aman
ءَامِنَةً
tenteram
مُّطْمَئِنَّةً
datang kepadanya
يَأْتِيهَا
rezkinya
رِزْقُهَا
melimpah ruah
رَغَدًا
dari
مِّن
tiap-tiap/segala
كُلِّ
tempat
مَكَانٍ
maka/tetapi mengingkari
فَكَفَرَتْ
dengan nikmat-nikmat
بِأَنْعُمِ
Allah
اللَّـهِ
maka merasakannya
فَأَذٰقَهَا
Allah
اللَّـهُ
pakaian (perasaan)
لِبَاسَ
kelaparan
الْجُوعِ
dan ketakutan
وَالْخَوْفِ
dengan apa/disebabkan
بِمَا
adalah mereka
كَانُوا۟
mereka perbuat
يَصْنَعُونَ
﴿١١٢﴾
|
﴾
An Nahl:113
﴿
Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka seorang rasul dari mereka sendiri, tetapi mereka mendustakannya; karena itu mereka dimusnahkan azab dan mereka adalah orang-orang yang zalim.
|
dan sesungguhnya
وَلَقَدْ
telah datang kepada mereka
جَآءَهُمْ
seorang Rasul
رَسُولٌ
diantara mereka
مِّنْهُمْ
maka/tetapi mereka mendustakannya
فَكَذَّبُوهُ
maka menimpa
فَأَخَذَهُمُ
azab
الْعَذَابُ
dan mereka
وَهُمْ
orang-orang zalim
ظٰلِمُونَ
﴿١١٣﴾
|
﴾
An Nahl:114
﴿
Maka makanlah yang halal lagi baik dari rezeki yang telah diberikan Allah kepadamu; dan syukurilah nikmat Allah, jika kamu hanya kepada-Nya saja menyembah.
|
maka makanlah
فَكُلُوا۟
dari apa
مِمَّا
memberi rezki kepadamu
رَزَقَكُمُ
Allah
اللَّـهُ
halal
حَلٰلًا
baik
طَيِّبًا
dan bersyukurlah
وَاشْكُرُوا۟
nikmat
نِعْمَتَ
Allah
اللَّـهِ
jika
إِن
kamu adalah
كُنتُمْ
kepadaNya
إِيَّاهُ
kamu menyembah
تَعْبُدُونَ
﴿١١٤﴾
|
﴾
An Nahl:115
﴿
Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan atasmu (memakan) bangkai, darah, daging babi dan apa yang disembelih dengan menyebut nama selain Allah; tetapi barangsiapa yang terpaksa memakannya dengan tidak menganiaya dan tidak pula melampaui batas, maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
|
sesungguhnya hanyalah
إِنَّمَا
diharamkan
حَرَّمَ
atasmu
عَلَيْكُمُ
bangkai
الْمَيْتَةَ
dan darah
وَالدَّمَ
dan daging
وَلَحْمَ
babi
الْخِنزِيرِ
dan apa
وَمَآ
disembelih
أُهِلَّ
dengan selain
لِغَيْرِ
Allah
اللَّـهِ
dengannya
بِهِۦ
ۖ
maka/tetapi barang siapa
فَمَنِ
terpaksa
اضْطُرَّ
tidak/bukan
غَيْرَ
aniaya
بَاغٍ
dan tidak
وَلَا
melampaui batas
عَادٍ
maka sesungguhnya
فَإِنَّ
Allah
اللَّـهَ
Maha Pengampun
غَفُورٌ
Maha Penyayang
رَّحِيمٌ
﴿١١٥﴾
|
﴾
An Nahl:116
﴿
Dan janganlah kamu mengatakan terhadap apa yang disebut-sebut oleh lidahmu secara dusta ini halal dan ini haram, untuk mengada-adakan kebohongan terhadap Allah. Sesungguhnya orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah tiadalah beruntung.
|
dan jangan
وَلَا
kamu mengatakan
تَقُولُوا۟
terhadap apa
لِمَا
mensifatkan/menyebutkan
تَصِفُ
lidahmu
أَلْسِنَتُكُمُ
kedustaan
الْكَذِبَ
ini
هٰذَا
halal
حَلٰلٌ
dan ini
وَهٰذَا
haram
حَرَامٌ
untuk kamu mengada-adakan
لِّتَفْتَرُوا۟
atas/terhadap
عَلَى
Allah
اللَّـهِ
kedustaan
الْكَذِبَ
ۚ
sesungguhnya
إِنَّ
orang-orang yang
الَّذِينَ
(mereka) mengada-adakan
يَفْتَرُونَ
atas/terhadap
عَلَى
Allah
اللَّـهِ
kedustaan
الْكَذِبَ
tidak
لَا
mereka beruntung
يُفْلِحُونَ
﴿١١٦﴾
|
﴾
An Nahl:117
﴿
(Itu adalah) kesenangan yang sedikit, dan bagi mereka azab yang pedih.
|
kesenangan
مَتٰعٌ
sedikit
قَلِيلٌ
dan bagi mereka
وَلَهُمْ
azab
عَذَابٌ
pedih
أَلِيمٌ
﴿١١٧﴾
|
﴾
An Nahl:118
﴿
Dan terhadap orang-orang Yahudi, Kami haramkan apa yang telah Kami ceritakan dahulu kepadamu; dan Kami tiada menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri.
|
dan atas
وَعَلَى
orang-orang yang
الَّذِينَ
Yahudi
هَادُوا۟
Kami haramkan
حَرَّمْنَا
apa
مَا
Kami ceritakan
قَصَصْنَا
atasmu
عَلَيْكَ
dari
مِن
sebelum
قَبْلُ
ۖ
dan tidaklah
وَمَا
Kami menganiaya mereka
ظَلَمْنٰهُمْ
akan tetapi
وَلٰكِن
adalah mereka
كَانُوٓا۟
diri mereka
أَنفُسَهُمْ
mereka menganiaya
يَظْلِمُونَ
﴿١١٨﴾
|
﴾
An Nahl:119
﴿
Kemudian, sesungguhnya Tuhanmu (mengampuni) bagi orang-orang yang mengerjakan kesalahan karena kebodohannya, kemudian mereka bertaubat sesudah itu dan memperbaiki (dirinya), sesungguhnya Tuhanmu sesudah itu benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
|
kemudian
ثُمَّ
sesungguhnya
إِنَّ
Tuhanmu
رَبَّكَ
bagi orang-orang yang
لِلَّذِينَ
(mereka) mengerjakan
عَمِلُوا۟
kejahatan/kesalahan
السُّوٓءَ
dengan/karena kebodohan
بِجَهٰلَةٍ
kemudian
ثُمَّ
mereka bertaubat
تَابُوا۟
dari
مِنۢ
sesudah
بَعْدِ
demikian/itu
ذٰلِكَ
dan mereka mengadakan perbaikan
وَأَصْلَحُوٓا۟
sesungguhnya
إِنَّ
Tuhanmu
رَبَّكَ
dari
مِنۢ
sesudahnya
بَعْدِهَا
sungguh Maha Pengampun
لَغَفُورٌ
Maha Penyayang
رَّحِيمٌ
﴿١١٩﴾
|