Data yang ditemukan : 6236
Halaman : 201 Dari 624
Hasil Ke:2001 s/d 2010
|
﴾
An Nahl:100
﴿
Sesungguhnya kekuasaannya (syaitan) hanyalah atas orang-orang yang mengambilnya jadi pemimpin dan atas orang-orang yang mempersekutukannya dengan Allah.
|
sesungguhnya hanyalah
إِنَّمَا
kekuasaan
سُلْطٰنُهُۥ
atas
عَلَى
orang-orang yang
الَّذِينَ
mereka menjadikan pemimpin dia
يَتَوَلَّوْنَهُۥ
dan orang-orang yang
وَالَّذِينَ
mereka
هُم
dengannya
بِهِۦ
orang-orang yang mempersekutukan Tuhan
مُشْرِكُونَ
﴿١٠٠﴾
|
﴾
An Nahl:101
﴿
Dan apabila Kami letakkan suatu ayat di tempat ayat yang lain sebagai penggantinya padahal Allah lebih mengetahui apa yang diturunkan-Nya, mereka berkata: Sesungguhnya kamu adalah orang yang mengada-adakan saja. Bahkan kebanyakan mereka tiada mengetahui.
|
dan apabila
وَإِذَا
Kami ganti
بَدَّلْنَآ
suatu ayat
ءَايَةً
ditempat
مَّكَانَ
ayat
ءَايَةٍ
ۙ
dan Allah
وَاللَّـهُ
lebih mengetahui
أَعْلَمُ
dengan/terhadap apa
بِمَا
Dia turunkan
يُنَزِّلُ
mereka berkata
قَالُوٓا۟
sesungguhnya hanyalah
إِنَّمَآ
kamu
أَنتَ
mengada-adakan
مُفْتَرٍۭ
ۚ
bahkan/tetapi
بَلْ
kebanyakan mereka
أَكْثَرُهُمْ
tidak
لَا
mereka mengetahui
يَعْلَمُونَ
﴿١٠١﴾
|
﴾
An Nahl:102
﴿
Katakanlah: Ruhul Qudus (Jibril) menurunkan Al Quran itu dari Tuhanmu dengan benar, untuk meneguhkan (hati) orang-orang yang telah beriman, dan menjadi petunjuk serta kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri (kepada Allah).
|
katakan
قُلْ
menurunkannya
نَزَّلَهُۥ
Ruhul
رُوحُ
Qudus
الْقُدُسِ
dari
مِن
Tuhanmu
رَّبِّكَ
dengan kebenaran
بِالْحَقِّ
untuk meneguhkan
لِيُثَبِّتَ
orang-orang yang
الَّذِينَ
beriman
ءَامَنُوا۟
dan petunjuk
وَهُدًى
dan kabar gembira
وَبُشْرَىٰ
bagi orang-orang yang berserah diri
لِلْمُسْلِمِينَ
﴿١٠٢﴾
|
﴾
An Nahl:103
﴿
Dan sesungguhnya Kami mengetahui bahwa mereka berkata: Sesungguhnya Al Quran itu diajarkan oleh seorang manusia kepadanya (Muhammad). Padahal bahasa orang yang mereka tuduhkan (bahwa) Muhammad belajar kepadanya bahasa 'Ajam, sedang Al Quran adalah dalam bahasa Arab yang terang.
|
dan sesungguhnya
وَلَقَدْ
Kami mengetahui
نَعْلَمُ
bahwasanya mereka
أَنَّهُمْ
(mereka) mengatakan
يَقُولُونَ
sesungguhnya hanyalah
إِنَّمَا
mengejar dia (Muhammad)
يُعَلِّمُهُۥ
seorang manusia
بَشَرٌ
ۗ
lisan/bahasa
لِّسَانُ
yang
الَّذِى
mereka tuduhkan
يُلْحِدُونَ
kepadanya
إِلَيْهِ
bahasa ajam
أَعْجَمِىٌّ
dan/sedang ini (Al Quran)
وَهٰذَا
lisan/bahasa
لِسَانٌ
Arab
عَرَبِىٌّ
yang nyata
مُّبِينٌ
﴿١٠٣﴾
|
﴾
An Nahl:104
﴿
Sesungguhnya orang-orang yang tidak beriman kepada ayat-ayat Allah (Al Quran), Allah tidak akan memberi petunjuk kepada mereka dan bagi mereka azab yang pedih.
|
sesungguhnya
إِنَّ
orang-orang yang
الَّذِينَ
tidak
لَا
beriman
يُؤْمِنُونَ
kepada ayat-ayat
بِـَٔايٰتِ
Allah
اللَّـهِ
tidak
لَا
memberi petunjuk mereka
يَهْدِيهِمُ
Allah
اللَّـهُ
dan bagi mereka
وَلَهُمْ
azab
عَذَابٌ
yang pedih
أَلِيمٌ
﴿١٠٤﴾
|
﴾
An Nahl:105
﴿
Sesungguhnya yang mengada-adakan kebohongan, hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada ayat-ayat Allah, dan mereka itulah orang-orang pendusta.
|
sesungguhnya hanyalah
إِنَّمَا
mengada-adakan
يَفْتَرِى
kedustaan
الْكَذِبَ
orang-orang yang
الَّذِينَ
tidak
لَا
mereka beriman
يُؤْمِنُونَ
kepada ayat-ayat
بِـَٔايٰتِ
Allah
اللَّـهِ
ۖ
dan mereka itu
وَأُو۟لٰٓئِكَ
mereka
هُمُ
orang-orang pendusta
الْكٰذِبُونَ
﴿١٠٥﴾
|
﴾
An Nahl:106
﴿
Barangsiapa yang kafir kepada Allah sesudah dia beriman (dia mendapat kemurkaan Allah), kecuali orang yang dipaksa kafir padahal hatinya tetap tenang dalam beriman (dia tidak berdosa), akan tetapi orang yang melapangkan dadanya untuk kekafiran, maka kemurkaan Allah menimpanya dan baginya azab yang besar.
|
barang siapa
مَن
kafir
كَفَرَ
kepada Allah
بِاللَّـهِ
dari
مِنۢ
sesudah
بَعْدِ
imannya
إِيمٰنِهِۦٓ
kecuali
إِلَّا
orang
مَنْ
dipaksa
أُكْرِهَ
dan hatinya
وَقَلْبُهُۥ
tenteram
مُطْمَئِنٌّۢ
dengan iman
بِالْإِيمٰنِ
akan tetapi
وَلٰكِن
barang siapa
مَّن
melapangkan
شَرَحَ
dengan kakafiran
بِالْكُفْرِ
dada
صَدْرًا
maka atas mereka
فَعَلَيْهِمْ
kemurkaan
غَضَبٌ
dari
مِّنَ
Allah
اللَّـهِ
dan bagi mereka
وَلَهُمْ
azab
عَذَابٌ
besar
عَظِيمٌ
﴿١٠٦﴾
|
﴾
An Nahl:107
﴿
Yang demikian itu disebabkan karena sesungguhnya mereka mencintai kehidupan di dunia lebih dari akhirat, dan bahwasanya Allah tiada memberi petunjuk kepada kaum yang kafir.
|
demikian itu
ذٰلِكَ
bahwasanya mereka
بِأَنَّهُمُ
sangat mencintai
اسْتَحَبُّوا۟
kehidupan
الْحَيَوٰةَ
dunia
الدُّنْيَا
atas
عَلَى
akhirat
الْءَاخِرَةِ
dan bahwasanya
وَأَنَّ
Allah
اللَّـهَ
tidak
لَا
memberi petunjuk
يَهْدِى
kaum
الْقَوْمَ
orang-orang yang kafir
الْكٰفِرِينَ
﴿١٠٧﴾
|
﴾
An Nahl:108
﴿
Mereka itulah orang-orang yang hati, pendengaran dan penglihatannya telah dikunci mati oleh Allah, dan mereka itulah orang-orang yang lalai.
|
mereka itu
أُو۟لٰٓئِكَ
orang-orang yang
الَّذِينَ
telah mengunci mati
طَبَعَ
Allah
اللَّـهُ
atas
عَلَىٰ
hati mereka
قُلُوبِهِمْ
dan pendengaran mereka
وَسَمْعِهِمْ
dan penglihatan mereka
وَأَبْصٰرِهِمْ
ۖ
dan mereka itu
وَأُو۟لٰٓئِكَ
mereka
هُمُ
orang-orang yang lalai
الْغٰفِلُونَ
﴿١٠٨﴾
|
﴾
An Nahl:109
﴿
Pastilah bahwa mereka di akhirat nanti adalah orang-orang yang merugi.
|
tidak
لَا
ragu-ragu
جَرَمَ
bahwasanya mereka
أَنَّهُمْ
di
فِى
akhirat
الْءَاخِرَةِ
mereka
هُمُ
orang-orang yang rugi
الْخٰسِرُونَ
﴿١٠٩﴾
|