Data yang ditemukan : 6236
Halaman : 57 Dari 624
Hasil Ke:561 s/d 570
|
﴾
An Nisaa:68
﴿
dan pasti Kami tunjuki mereka kepada jalan yang lurus.
|
dan pasti Kami beri petunjuk mereka
وَلَهَدَيْنٰهُمْ
jalan
صِرٰطًا
lurus/benar
مُّسْتَقِيمًا
﴿٦٨﴾
|
﴾
An Nisaa:69
﴿
Dan barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya.
|
dan barang siapa
وَمَن
mentaati
يُطِعِ
Allah
اللَّـهَ
dan Rasul
وَالرَّسُولَ
maka mereka itu
فَأُو۟لٰٓئِكَ
bersama-sama
مَعَ
orang-orang yang
الَّذِينَ
menganugerahi nikmat
أَنْعَمَ
Allah
اللَّـهُ
atas mereka
عَلَيْهِم
dari
مِّنَ
para Nabi
النَّبِيِّۦنَ
dan para siddiqin
وَالصِّدِّيقِينَ
dan para syuhada
وَالشُّهَدَآءِ
dan orang-orang saleh
وَالصّٰلِحِينَ
ۚ
dan sebaik-baik
وَحَسُنَ
mereka itulah
أُو۟لٰٓئِكَ
teman
رَفِيقًا
﴿٦٩﴾
|
﴾
An Nisaa:70
﴿
Yang demikian itu adalah karunia dari Allah, dan Allah cukup mengetahui.
|
demikian itu
ذٰلِكَ
karunia
الْفَضْلُ
dari
مِنَ
Allah
اللَّـهِ
ۚ
dan cukup
وَكَفَىٰ
dengan Allah
بِاللَّـهِ
mengetahui
عَلِيمًا
﴿٧٠﴾
|
﴾
An Nisaa:71
﴿
Hai orang-orang yang beriman, bersiap siagalah kamu, dan majulah (ke medan pertempuran) berkelompok-kelompok, atau majulah bersama-sama!
|
wahai
يٰٓأَيُّهَا
orang-orang yang
الَّذِينَ
beriman
ءَامَنُوا۟
ambillah olehmu
خُذُوا۟
kewaspadaanmu/kesiapanmu
حِذْرَكُمْ
pergilah kamu
فَانفِرُوا۟
berkelompok-kelompok
ثُبَاتٍ
atau
أَوِ
pergilah/majulah
انفِرُوا۟
bersama-sama
جَمِيعًا
﴿٧١﴾
|
﴾
An Nisaa:72
﴿
Dan sesungguhnya di antara kamu ada orang yang sangat berlambat-lambat (ke medan pertempuran). Maka jika kamu ditimpa musibah ia berkata: Sesungguhnya Tuhan telah menganugerahkan nikmat kepada saya karena saya tidak ikut berperang bersama mereka.
|
dan sesungguhnya
وَإِنَّ
diantara kamu
مِنكُمْ
ada orang
لَمَن
sangat berlambat-lambat
لَّيُبَطِّئَنَّ
maka jika
فَإِنْ
menimpa kamu
أَصٰبَتْكُم
bencana
مُّصِيبَةٌ
ia berkata
قَالَ
sungguh
قَدْ
telah menganugerahkan nikmat
أَنْعَمَ
Allah
اللَّـهُ
atasku/atas diriku
عَلَىَّ
karena
إِذْ
tidak
لَمْ
adalah aku
أَكُن
bersama-sama mereka
مَّعَهُمْ
menyaksikan (berperang)
شَهِيدًا
﴿٧٢﴾
|
﴾
An Nisaa:73
﴿
Dan sungguh jika kamu beroleh karunia (kemenangan) dari Allah, tentulah dia mengatakan seolah-oleh belum pernah ada hubungan kasih sayang antara kamu dengan dia: Wahai kiranya saya ada bersama-sama mereka, tentu saya mendapat kemenangan yang besar (pula).
|
dan sungguh jika
وَلَئِنْ
menimpa kamu (kamu memperoleh)
أَصٰبَكُمْ
karunia
فَضْلٌ
dari
مِّنَ
Allah
اللَّـهِ
tentu ia mengatakan
لَيَقُولَنَّ
seakan-akan
كَأَن
tidak
لَّمْ
pernah ada
تَكُنۢ
antara kamu
بَيْنَكُمْ
dan antara ia
وَبَيْنَهُۥ
kasih sayang
مَوَدَّةٌ
???
يٰلَيْتَنِى
adalah aku
كُنتُ
bersama-sama mereka
مَعَهُمْ
tentu saya mendapat kemenangan
فَأَفُوزَ
kemenangan
فَوْزًا
besar
عَظِيمًا
﴿٧٣﴾
|
﴾
An Nisaa:74
﴿
Karena itu hendaklah orang-orang yang menukar kehidupan dunia dengan kehidupan akhirat berperang di jalan Allah. Barangsiapa yang berperang di jalan Allah, lalu gugur atau memperoleh kemenangan maka kelak akan Kami berikan kepadanya pahala yang besar.
|
۞
maka hendaklah berperang
فَلْيُقٰتِلْ
dalam
فِى
jalan
سَبِيلِ
Allah
اللَّـهِ
orang-orang yang
الَّذِينَ
(mereka) menukar
يَشْرُونَ
kehidupan
الْحَيَوٰةَ
dunia
الدُّنْيَا
dengan akhirat
بِالْءَاخِرَةِ
ۚ
dan barang siapa
وَمَن
berperang
يُقٰتِلْ
di
فِى
jalan
سَبِيلِ
Allah
اللَّـهِ
lalu terbunuh
فَيُقْتَلْ
atau
أَوْ
memperoleh kemenangan
يَغْلِبْ
maka kelak
فَسَوْفَ
akan Kami berikan kepadanya
نُؤْتِيهِ
pahala
أَجْرًا
besar
عَظِيمًا
﴿٧٤﴾
|
﴾
An Nisaa:75
﴿
Mengapa kamu tidak mau berperang di jalan Allah dan (membela) orang-orang yang lemah baik laki-laki, wanita-wanita maupun anak-anak yang semuanya berdoa: Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami dari negeri ini (Mekah) yang zalim penduduknya dan berilah kami pelindung dari sisi Engkau, dan berilah kami penolong dari sisi Engkau!.
|
dan mengapa
وَمَا
kamu
لَكُمْ
tidak
لَا
kamu berperang
تُقٰتِلُونَ
di
فِى
jalan
سَبِيلِ
Allah
اللَّـهِ
dan orang-orang yang lemah
وَالْمُسْتَضْعَفِينَ
dari
مِنَ
laki-laki
الرِّجَالِ
dan perempuan
وَالنِّسَآءِ
dan anak-anak
وَالْوِلْدٰنِ
orang-orang yang
الَّذِينَ
mereka mengatakan/mendoakan
يَقُولُونَ
ya Tuhan kami
رَبَّنَآ
keluarkanlah kami
أَخْرِجْنَا
dari
مِنْ
ini
هٰذِهِ
negeri
الْقَرْيَةِ
yang dzalim
الظَّالِمِ
penduduknya
أَهْلُهَا
dan jadikan
وَاجْعَل
bagi kami
لَّنَا
dari
مِن
sisi Engkau
لَّدُنكَ
pelindung
وَلِيًّا
dan jadikanlah/berilah
وَاجْعَل
untuk kami
لَّنَا
dari
مِن
sisi Engkau
لَّدُنكَ
penolong
نَصِيرًا
﴿٧٥﴾
|
﴾
An Nisaa:76
﴿
Orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah, dan orang-orang yang kafir berperang di jalan thaghut, sebab itu perangilah kawan-kawan syaitan itu, karena sesungguhnya tipu daya syaitan itu adalah lemah.
|
orang-orang yang
الَّذِينَ
beriman
ءَامَنُوا۟
mereka berperang
يُقٰتِلُونَ
di
فِى
jalan
سَبِيلِ
Allah
اللَّـهِ
ۖ
dan orang-orang yang
وَالَّذِينَ
orang-orang kafir
كَفَرُوا۟
mereka berperang
يُقٰتِلُونَ
di
فِى
jalan
سَبِيلِ
Tagut
الطّٰغُوتِ
maka perangilah
فَقٰتِلُوٓا۟
kawan-kawan
أَوْلِيَآءَ
syaitan
الشَّيْطٰنِ
ۖ
sesungguhnya
إِنَّ
tipu daya
كَيْدَ
syaitan
الشَّيْطٰنِ
adalah
كَانَ
lemah
ضَعِيفًا
﴿٧٦﴾
|
﴾
An Nisaa:77
﴿
Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang dikatakan kepada mereka: Tahanlah tanganmu (dari berperang), dirikanlah sembahyang dan tunaikanlah zakat! Setelah diwajibkan kepada mereka berperang, tiba-tiba sebahagian dari mereka (golongan munafik) takut kepada manusia (musuh), seperti takutnya kepada Allah, bahkan lebih sangat dari itu takutnya. Mereka berkata: Ya Tuhan kami, mengapa Engkau wajibkan berperang kepada kami? Mengapa tidak Engkau tangguhkan (kewajiban berperang) kepada kami sampai kepada beberapa waktu lagi? Katakanlah: Kesenangan di dunia ini hanya sebentar dan akhirat itu lebih baik untuk orang-orang yang bertakwa, dan kamu tidak akan dianiaya sedikitpun.
|
tidaklah
أَلَمْ
kamu perhatikan
تَرَ
kepada
إِلَى
orang-orang yang
الَّذِينَ
dikatakan
قِيلَ
kepada mereka
لَهُمْ
tahanlah
كُفُّوٓا۟
tanganmu
أَيْدِيَكُمْ
dan dirikan
وَأَقِيمُوا۟
sholat
الصَّلَوٰةَ
dan tunaikan
وَءَاتُوا۟
zakat
الزَّكَوٰةَ
maka setelah
فَلَمَّا
diwajibkan
كُتِبَ
atas mereka
عَلَيْهِمُ
berperang
الْقِتَالُ
tiba-tiba
إِذَا
segolongan
فَرِيقٌ
dari mereka
مِّنْهُمْ
mereka takut
يَخْشَوْنَ
manusia
النَّاسَ
seperti takut
كَخَشْيَةِ
Allah
اللَّـهِ
atau
أَوْ
lebih
أَشَدَّ
takut
خَشْيَةً
ۚ
dan mereka berkata
وَقَالُوا۟
ya Tuhan kami
رَبَّنَا
mengapa
لِمَ
Engkau wajibkan
كَتَبْتَ
atas kami
عَلَيْنَا
berperang
الْقِتَالَ
mengapa tidak
لَوْلَآ
Engkau tangguhkan kami
أَخَّرْتَنَآ
sampai
إِلَىٰٓ
waktu
أَجَلٍ
dekat
قَرِيبٍ
ۗ
katakanlah
قُلْ
kesenangan
مَتٰعُ
dunia
الدُّنْيَا
sedikit
قَلِيلٌ
dan akhirat
وَالْءَاخِرَةُ
lebih baik
خَيْرٌ
bagi orang
لِّمَنِ
bertakwa
اتَّقَىٰ
dan tidak
وَلَا
kamu dianiaya
تُظْلَمُونَ
sedikitpun
فَتِيلًا
﴿٧٧﴾
|