Data yang ditemukan : 6236
Halaman : 63 Dari 624
Hasil Ke:621 s/d 630
|
﴾
An Nisaa:128
﴿
Dan jika seorang wanita khawatir akan nusyuz atau sikap tidak acuh dari suaminya, maka tidak mengapa bagi keduanya mengadakan perdamaian yang sebenar-benarnya, dan perdamaian itu lebih baik (bagi mereka) walaupun manusia itu menurut tabiatnya kikir. Dan jika kamu bergaul dengan isterimu secara baik dan memelihara dirimu (dari nusyuz dan sikap tak acuh), maka sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
|
dan jika
وَإِنِ
seorang wanita
امْرَأَةٌ
takut/khawatir
خَافَتْ
dari
مِنۢ
suaminya
بَعْلِهَا
nusyuz/membuat kesalahan
نُشُوزًا
atau
أَوْ
pergi meninggalkan/tidak acuh
إِعْرَاضًا
maka tidak
فَلَا
mengapa
جُنَاحَ
atas keduanya
عَلَيْهِمَآ
akan
أَن
berdamai keduanya
يُصْلِحَا
antara keduanya
بَيْنَهُمَا
perdamaian
صُلْحًا
ۚ
dan perdamaian itu
وَالصُّلْحُ
lebih baik
خَيْرٌ
ۗ
dan kebiasaan
وَأُحْضِرَتِ
jiwa/manusia
الْأَنفُسُ
kikir
الشُّحَّ
ۚ
dan jika
وَإِن
kamu berbuat kebaikan
تُحْسِنُوا۟
dan kamu memelihara diri
وَتَتَّقُوا۟
maka sesungguhnya
فَإِنَّ
Allah
اللَّـهَ
adalah Dia
كَانَ
dengan/terhadap apa
بِمَا
kamu kerjakan
تَعْمَلُونَ
Maha Mengetahui
خَبِيرًا
﴿١٢٨﴾
|
﴾
An Nisaa:129
﴿
Dan kamu sekali-kali tidak akan dapat berlaku adil di antara isteri-isteri(mu), walaupun kamu sangat ingin berbuat demikian, karena itu janganlah kamu terlalu cenderung (kepada yang kamu cintai), sehingga kamu biarkan yang lain terkatung-katung. Dan jika kamu mengadakan perbaikan dan memelihara diri (dari kecurangan), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
|
dan tidak
وَلَن
kamu dapat
تَسْتَطِيعُوٓا۟
akan
أَن
kamu berbuat adil
تَعْدِلُوا۟
diantara
بَيْنَ
isteri-isteri
النِّسَآءِ
walaupun
وَلَوْ
kamu ingin sekali
حَرَصْتُمْ
ۖ
maka janganlah
فَلَا
kamu cenderung
تَمِيلُوا۟
seluruh
كُلَّ
kecenderungan
الْمَيْلِ
maka/sehingga kamu membiarkannya
فَتَذَرُوهَا
seperti tergantung/terkatung-katung
كَالْمُعَلَّقَةِ
ۚ
dan jika
وَإِن
kamu mengadakan perbaikan
تُصْلِحُوا۟
dan kamu memelihara diri
وَتَتَّقُوا۟
maka sesungguhnya
فَإِنَّ
Allah
اللَّـهَ
adalah Dia
كَانَ
Maha Pengampun
غَفُورًا
Maha Penyayang
رَّحِيمًا
﴿١٢٩﴾
|
﴾
An Nisaa:130
﴿
Jika keduanya bercerai, maka Allah akan memberi kecukupan kepada masing-masingnya dari limpahan karunia-Nya. Dan adalah Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Bijaksana.
|
dan jika
وَإِن
keduanya bercerai
يَتَفَرَّقَا
akan memberi kecukupan
يُغْنِ
Allah
اللَّـهُ
masing-masing
كُلًّا
dari
مِّن
keluasanNya (karuniaNya)
سَعَتِهِۦ
ۚ
dan adalah
وَكَانَ
Allah
اللَّـهُ
Maha Luas
وٰسِعًا
Maha Bijaksana
حَكِيمًا
﴿١٣٠﴾
|
﴾
An Nisaa:131
﴿
Dan kepunyaan Allah-lah apa yang di langit dan yang di bumi, dan sungguh Kami telah memerintahkan kepada orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu dan (juga) kepada kamu; bertakwalah kepada Allah. Tetapi jika kamu kafir maka (ketahuilah), sesungguhnya apa yang di langit dan apa yang di bumi hanyalah kepunyaan Allah dan Allah Maha Kaya dan Maha Terpuji.
|
dan milik Allah
وَلِلَّـهِ
apa yang
مَا
di
فِى
langit
السَّمٰوٰتِ
dan apa yang
وَمَا
di
فِى
bumi
الْأَرْضِ
ۗ
dan sesungguhnya
وَلَقَدْ
Kami telah mewasiatkan/memerintahkan
وَصَّيْنَا
orang-orang yang
الَّذِينَ
(mereka) diberi
أُوتُوا۟
Kitab
الْكِتٰبَ
dari
مِن
sebelum kamu
قَبْلِكُمْ
dan kepada kamu
وَإِيَّاكُمْ
supaya
أَنِ
kamu bertakwa
اتَّقُوا۟
Allah
اللَّـهَ
ۚ
dan jika
وَإِن
kamu kafir/ingkar
تَكْفُرُوا۟
maka sesungguhnya
فَإِنَّ
milik Allah
لِلَّـهِ
apa
مَا
di
فِى
langit
السَّمٰوٰتِ
dan apa yang
وَمَا
di
فِى
bumi
الْأَرْضِ
ۚ
dan adalah
وَكَانَ
Allah
اللَّـهُ
Maha Kaya
غَنِيًّا
Maha Terpuji
حَمِيدًا
﴿١٣١﴾
|
﴾
An Nisaa:132
﴿
Dan kepunyaan Allah-lah apa yang di langit dan apa yang di bumi. Cukuplah Allah sebagai Pemelihara.
|
dan milik Allah
وَلِلَّـهِ
apa yang
مَا
di
فِى
langit
السَّمٰوٰتِ
dan apa yang
وَمَا
di
فِى
bumi
الْأَرْضِ
ۚ
dan cukuplah
وَكَفَىٰ
dengan/kepada Allah
بِاللَّـهِ
(sebagai) pelindung
وَكِيلًا
﴿١٣٢﴾
|
﴾
An Nisaa:133
﴿
Jika Allah menghendaki, niscaya Dia musnahkan kamu wahai manusia, dan Dia datangkan umat yang lain (sebagai penggantimu). Dan adalah Allah Maha Kuasa berbuat demikian.
|
jika
إِن
(Allah) menghendaki
يَشَأْ
Dia memusnahkan kamu
يُذْهِبْكُمْ
hai
أَيُّهَا
manusia
النَّاسُ
dan Dia mendatangkan
وَيَأْتِ
dengan yang lain
بِـَٔاخَرِينَ
ۚ
dan adalah
وَكَانَ
Allah
اللَّـهُ
atas
عَلَىٰ
demikian itu
ذٰلِكَ
Maha Kuasa
قَدِيرًا
﴿١٣٣﴾
|
﴾
An Nisaa:134
﴿
Barangsiapa yang menghendaki pahala di dunia saja (maka ia merugi), karena di sisi Allah ada pahala dunia dan akhirat. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.
|
barang siapa
مَّن
adalah
كَانَ
menghendaki
يُرِيدُ
pahala
ثَوَابَ
dunia
الدُّنْيَا
maka di sisi
فَعِندَ
Allah
اللَّـهِ
pahala
ثَوَابُ
dunia
الدُّنْيَا
dan akhirat
وَالْءَاخِرَةِ
ۚ
dan adalah
وَكَانَ
Allah
اللَّـهُ
Maha Mendengar
سَمِيعًۢا
Maha Melihat
بَصِيرًا
﴿١٣٤﴾
|
﴾
An Nisaa:135
﴿
Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu orang yang benar-benar penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah biarpun terhadap dirimu sendiri atau ibu bapa dan kaum kerabatmu. Jika ia kaya ataupun miskin, maka Allah lebih tahu kemaslahatannya. Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran. Dan jika kamu memutar balikkan (kata-kata) atau enggan menjadi saksi, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui segala apa yang kamu kerjakan.
|
۞
wahai
يٰٓأَيُّهَا
orang-orang yang
الَّذِينَ
beriman
ءَامَنُوا۟
jadilah kamu
كُونُوا۟
orang-orang yang menegakkan
قَوّٰمِينَ
dengan keadilan
بِالْقِسْطِ
menjadi saksi
شُهَدَآءَ
bagi/karena Allah
لِلَّـهِ
walaupun
وَلَوْ
atas/terhadap
عَلَىٰٓ
dirimu sendiri
أَنفُسِكُمْ
atau
أَوِ
kedua orang tua
الْوٰلِدَيْنِ
dan kaum kerabat
وَالْأَقْرَبِينَ
ۚ
jika
إِن
adalah
يَكُنْ
kaya
غَنِيًّا
atau
أَوْ
miskin
فَقِيرًا
maka Allah
فَاللَّـهُ
lebih dekat (tahu)
أَوْلَىٰ
dengan keduanya
بِهِمَا
ۖ
maka janganlah
فَلَا
kamu mengikuti
تَتَّبِعُوا۟
hawa nafsu
الْهَوَىٰٓ
agar
أَن
kamu berbuat adil
تَعْدِلُوا۟
ۚ
dan jika
وَإِن
kamu memutar balikkan
تَلْوُۥٓا۟
atau
أَوْ
kamu menentang/enggan
تُعْرِضُوا۟
maka sesungguhnya
فَإِنَّ
Allah
اللَّـهَ
adalah Dia
كَانَ
dengan/terhadap apa
بِمَا
kamu kerjakan
تَعْمَلُونَ
Maha Mengetahui
خَبِيرًا
﴿١٣٥﴾
|
﴾
An Nisaa:136
﴿
Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada kitab yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya. Barangsiapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari kemudian, maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya.
|
wahai
يٰٓأَيُّهَا
orang-orang yang
الَّذِينَ
beriman
ءَامَنُوٓا۟
tetaplah kamu beriman
ءَامِنُوا۟
dengan/kepada Allah
بِاللَّـهِ
dan Rasul-RasulNya
وَرَسُولِهِۦ
dan Kitab
وَالْكِتٰبِ
yang
الَّذِى
Dia turunkan
نَزَّلَ
atas
عَلَىٰ
Rasul-RasulNya
رَسُولِهِۦ
dan Kitab
وَالْكِتٰبِ
yang
الَّذِىٓ
(Allah) turunkan
أَنزَلَ
dari
مِن
sebelumnya
قَبْلُ
ۚ
dan barang siapa
وَمَن
kafir
يَكْفُرْ
dengan/kepada Allah
بِاللَّـهِ
dan Malaikat-MalaikatNya
وَمَلٰٓئِكَتِهِۦ
dan Kitab-KitabNya
وَكُتُبِهِۦ
dan Rasul-RasulNya
وَرُسُلِهِۦ
dan hari
وَالْيَوْمِ
akhirat
الْءَاخِرِ
maka sesungguhnya
فَقَدْ
ia telah sesat
ضَلَّ
kesesatan
ضَلٰلًۢا
jauh
بَعِيدًا
﴿١٣٦﴾
|
﴾
An Nisaa:137
﴿
Sesungguhnya orang-orang yang beriman kemudian kafir, kemudian beriman (pula), kamudian kafir lagi, kemudian bertambah kekafirannya, maka sekali-kali Allah tidak akan memberi ampunan kepada mereka, dan tidak (pula) menunjuki mereka kepada jalan yang lurus.
|
sesungguhnya
إِنَّ
orang-orang yang
الَّذِينَ
beriman
ءَامَنُوا۟
kemudian
ثُمَّ
mereka kafir
كَفَرُوا۟
kemudian
ثُمَّ
beriman
ءَامَنُوا۟
kemudian
ثُمَّ
mereka kafir
كَفَرُوا۟
kemudian
ثُمَّ
bertambah
ازْدَادُوا۟
kekafiran
كُفْرًا
tidak
لَّمْ
ada/akan
يَكُنِ
Allah
اللَّـهُ
untuk memberi ampun
لِيَغْفِرَ
bagi/kepada mereka
لَهُمْ
dan tidak
وَلَا
untuk memberi petunjuk kepada mereka
لِيَهْدِيَهُمْ
jalan
سَبِيلًۢا
﴿١٣٧﴾
|