dan barangsiapa
وَمَنْ
menghendaki
أَرَادَ
kehidupan akhirat
الْءَاخِرَةَ
dan dia berusaha
وَسَعَىٰ
baginya
لَهَا
usahanya (ke arah itu)
سَعْيَهَا
dan/sedang dia
وَهُوَ
orang mukmin
مُؤْمِنٌ
maka mereka itu
فَأُو۟لٰٓئِكَ
adalah
كَانَ
suara mereka
سَعْيُهُم
disyukuri (dibalas dengan baik)
مَّشْكُورًا
﴿١٩﴾
masing-masing
كُلًّا
Kami berikan bantuan
نُّمِدُّ
mereka ini (golongan ini)
هٰٓؤُلَآءِ
dan mereka itu (golongan itu)
وَهٰٓؤُلَآءِ
dari
مِنْ
pemberian/kemurahan
عَطَآءِ
Tuhanmu
رَبِّكَ
ۚ
dan tidak
وَمَا
ada
كَانَ
pemberian/kemurahan
عَطَآءُ
Tuhanmu
رَبِّكَ
terhalang
مَحْظُورًا
﴿٢٠﴾
perhatikanlah
انظُرْ
bagaimana
كَيْفَ
Kami melebihkan
فَضَّلْنَا
sebagian mereka
بَعْضَهُمْ
atas
عَلَىٰ
sebagian yang lain
بَعْضٍ
ۚ
dan sungguh kehidupan akhirat
وَلَلْءَاخِرَةُ
lebih besar/tinggi
أَكْبَرُ
derajat/tingkatan
دَرَجٰتٍ
dan lebih besar
وَأَكْبَرُ
keutamaan/kelebihan
تَفْضِيلًا
﴿٢١﴾
janganlah
لَّا
kamu menjadikan
تَجْعَلْ
bersama/di samping
مَعَ
Allah
اللَّـهِ
tuhan
إِلٰهًا
lain
ءَاخَرَ
maka kamu duduk/menjadi
فَتَقْعُدَ
tercela
مَذْمُومًا
terhina
مَّخْذُولًا
﴿٢٢﴾
۞
dan menetapkan/memerintahkan
وَقَضَىٰ
Tuhanmu
رَبُّكَ
bahwa jangan
أَلَّا
kamu menyembah
تَعْبُدُوٓا۟
melainkan
إِلَّآ
kepada Dia
إِيَّاهُ
dan terhadap kedua orangtua
وَبِالْوٰلِدَيْنِ
berbuat baik
إِحْسٰنًا
ۚ
adapun/jika
إِمَّا
telah sampai
يَبْلُغَنَّ
di sisimu/dalam pemeliharaanmu
عِندَكَ
besar/tua
الْكِبَرَ
salah satu dari keduanya
أَحَدُهُمَآ
atau
أَوْ
kedua-duanya
كِلَاهُمَا
maka jangan
فَلَا
kamu berkata
تَقُل
kepada keduanya
لَّهُمَآ
ah
أُفٍّ
dan jangan
وَلَا
kamu membentak keduanya
تَنْهَرْهُمَا
dan berkatalah
وَقُل
kepada keduanya
لَّهُمَا
perkataan
قَوْلًا
mulia
كَرِيمًا
﴿٢٣﴾
dan turunkan/rendahkan
وَاخْفِضْ
terhadap keduanya
لَهُمَا
sayap (dirimu)
جَنَاحَ
rendah diri
الذُّلِّ
dari/dengan
مِنَ
kasih-sayang
الرَّحْمَةِ
dan ucapkanlah
وَقُل
(wahai) Tuhanku
رَّبِّ
kasihanilah keduanya
ارْحَمْهُمَا
sebagaimana
كَمَا
keduanya memeliharaku
رَبَّيَانِى
waktu kecil
صَغِيرًا
﴿٢٤﴾
Tuhanmu
رَّبُّكُمْ
lebih mengetahui
أَعْلَمُ
dengan/terhadap apa
بِمَا
dalam
فِى
jiwamu/hatimu
نُفُوسِكُمْ
ۚ
jika
إِن
kamu adalah
تَكُونُوا۟
orang-orang yang baik
صٰلِحِينَ
maka sesungguhnya Dia
فَإِنَّهُۥ
adalah Dia
كَانَ
bagi orang-orang bertaubat
لِلْأَوّٰبِينَ
Maha Pengampun
غَفُورًا
﴿٢٥﴾
dan berikanlah
وَءَاتِ
keluarga
ذَا
yang dekat/kerabat
الْقُرْبَىٰ
haknya
حَقَّهُۥ
dan orang-orang miskin
وَالْمِسْكِينَ
dan orang
وَابْنَ
yang dalam perjalanan
السَّبِيلِ
dan jangan
وَلَا
kamu memboroskan
تُبَذِّرْ
boros
تَبْذِيرًا
﴿٢٦﴾
sesungguhnya
إِنَّ
orang-orang yang boros
الْمُبَذِّرِينَ
mereka adalah
كَانُوٓا۟
teman
إِخْوٰنَ
syaitan
الشَّيٰطِينِ
ۖ
dan adalah
وَكَانَ
syaitan
الشَّيْطٰنُ
kepada Tuhannya
لِرَبِّهِۦ
ingkar
كَفُورًا
﴿٢٧﴾