﴾
Al Qashash 28:14
﴿
Dan setelah Musa cukup umur dan sempurna akalnya, Kami berikan kepadanya hikmah (kenabian) dan pengetahuan. Dan demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.
|
dan setelah
وَلَمَّا
(Musa) sampai
بَلَغَ
umurnya/dewasanya
أَشُدَّهُۥ
dan dia telah sempurna
وَاسْتَوَىٰٓ
Kami berikan kepadanya
ءَاتَيْنٰهُ
hikmah
حُكْمًا
dan ilmu
وَعِلْمًا
ۚ
dan demikianlah
وَكَذٰلِكَ
Kami memberi balasan
نَجْزِى
orang-orang yang berbuat baik
الْمُحْسِنِينَ
﴿١٤﴾
|
﴾
Al Qashash 28:15
﴿
Dan Musa masuk ke kota (Memphis) ketika penduduknya sedang lengah, maka didapatinya di dalam kota itu dua orang laki-laki yang berkelahi; yang seorang dari golongannya (Bani Israil) dan seorang (lagi) dari musuhnya (kaum Fir'aun). Maka orang yang dari golongannya meminta pertolongan kepadanya, untuk mengalahkan orang yang dari musuhnya lalu Musa meninjunya, dan matilah musuhnya itu. Musa berkata: Ini adalah perbuatan syaitan sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang menyesatkan lagi nyata (permusuhannya).
|
dan (Musa) masuk
وَدَخَلَ
kota
الْمَدِينَةَ
atas
عَلَىٰ
sewaktu
حِينِ
lalai/lengah
غَفْلَةٍ
dari
مِّنْ
penduduknya
أَهْلِهَا
maka dia mendapatkan
فَوَجَدَ
di dalamnya (kota)
فِيهَا
dua orang laki-laki
رَجُلَيْنِ
keduanya perang/berkelahi
يَقْتَتِلَانِ
ini (orang)
هٰذَا
dari
مِن
golongannya
شِيعَتِهِۦ
dan ini (orang)
وَهٰذَا
dari
مِنْ
musuhnya
عَدُوِّهِۦ
ۖ
maka meminta tolong kepadanya
فَاسْتَغٰثَهُ
yang
الَّذِى
dari
مِن
golongannya
شِيعَتِهِۦ
atas
عَلَى
(orang) yang
الَّذِى
dari
مِنْ
musuhnya
عَدُوِّهِۦ
maka meninjunya
فَوَكَزَهُۥ
Musa
مُوسَىٰ
lalu menentukan/mati
فَقَضَىٰ
atasnya (musuhnya)
عَلَيْهِ
ۖ
(Musa) berkata
قَالَ
ini
هٰذَا
dari
مِنْ
perbuatan
عَمَلِ
syaitan
الشَّيْطٰنِ
ۖ
sesungguhnya ia/syaitan
إِنَّهُۥ
musuh
عَدُوٌّ
menyesatkan
مُّضِلٌّ
yang nyata
مُّبِينٌ
﴿١٥﴾
|
﴾
Al Qashash 28:16
﴿
Musa mendoa: Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah menganiaya diriku sendiri karena itu ampunilah aku. Maka Allah mengampuninya, sesungguhnya Allah Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
|
(Musa) berkata
قَالَ
ya Tuhanku
رَبِّ
sesungguhnya aku
إِنِّى
aku telah menganiaya
ظَلَمْتُ
diriku
نَفْسِى
maka ampunilah
فَاغْفِرْ
aku
لِى
maka Dia mengampuni
فَغَفَرَ
padanya
لَهُۥٓ
ۚ
sesungguhnya Dia/Allah
إِنَّهُۥ
Dia
هُوَ
Maha Pengampun
الْغَفُورُ
Maha Penyayang
الرَّحِيمُ
﴿١٦﴾
|
﴾
Al Qashash 28:17
﴿
Musa berkata: Ya Tuhanku, demi nikmat yang telah Engkau anugerahkan kepadaku, aku sekali-kali tiada akan menjadi penolong bagi orang-orang yang berdosa.
|
(Musa) berkata
قَالَ
ya Tuhanku
رَبِّ
dengan apa/nikmat
بِمَآ
telah Engkau anugerahkan
أَنْعَمْتَ
atasku/kepadaku
عَلَىَّ
maka aku tidak
فَلَنْ
menjadi
أَكُونَ
penolong
ظَهِيرًا
bagi orang-orang yang berdosa
لِّلْمُجْرِمِينَ
﴿١٧﴾
|
﴾
Al Qashash 28:18
﴿
Karena itu, jadilah Musa di kota itu merasa takut menunggu-nunggu dengan khawatir (akibat perbuatannya), maka tiba-tiba orang yang meminta pertolongan kemarin berteriak meminta pertolongan kepadanya. Musa berkata kepadanya: Sesungguhnya kamu benar-benar orang sesat yang nyata (kesesatannya).
|
maka jadilah dia/Musa
فَأَصْبَحَ
dalam
فِى
kota
الْمَدِينَةِ
ketakutan
خَآئِفًا
dia menunggu-nunggu
يَتَرَقَّبُ
maka tiba-tiba
فَإِذَا
(orang) yang
الَّذِى
meminta tolong kepadanya
اسْتَنصَرَهُۥ
dengan kemarin
بِالْأَمْسِ
ia berteriak kepadanya
يَسْتَصْرِخُهُۥ
ۚ
berkata
قَالَ
kepadanya
لَهُۥ
Musa
مُوسَىٰٓ
sesungguhnya kamu
إِنَّكَ
benar-benar orang sesat
لَغَوِىٌّ
yang nyata
مُّبِينٌ
﴿١٨﴾
|
﴾
Al Qashash 28:19
﴿
Maka tatkala Musa hendak memegang dengan keras orang yang menjadi musuh keduanya, musuhnya berkata: Hai Musa, apakah kamu bermaksud hendak membunuhku, sebagaimana kamu kemarin telah membunuh seorang manusia? Kamu tidak bermaksud melainkan hendak menjadi orang yang berbuat sewenang-wenang di negeri (ini), dan tiadalah kamu hendak menjadi salah seorang dari orang-orang yang mengadakan perdamaian.
|
maka tatkala
فَلَمَّآ
dia
أَنْ
hendak/akan
أَرَادَ
dia
أَن
menyerang/memukul dengan keras
يَبْطِشَ
dengan/kepada orang yang
بِالَّذِى
ia
هُوَ
musuh
عَدُوٌّ
bagi keduanya
لَّهُمَا
ia berkata
قَالَ
????
يٰمُوسَىٰٓ
apakah kamu hendak
أَتُرِيدُ
kamu
أَن
membunuh aku
تَقْتُلَنِى
sebagaimana
كَمَا
kamu telah membunuh
قَتَلْتَ
seseorang
نَفْسًۢا
dengan kemarin
بِالْأَمْسِ
ۖ
kamu tidak
إِن
bermaksud
تُرِيدُ
melainkan
إِلَّآ
bahwa
أَن
kamu adalah
تَكُونَ
sewenang-wenang
جَبَّارًا
di
فِى
bumi/negeri ini
الْأَرْضِ
dan tidaklah
وَمَا
kamu bermaksud
تُرِيدُ
bahwa
أَن
kamu adalah
تَكُونَ
dari/termasuk
مِنَ
orang-orang yang mengadakan perdamaian
الْمُصْلِحِينَ
﴿١٩﴾
|
﴾
Al Qashash 28:20
﴿
Dan datanglah seorang laki-laki dari ujung kota bergegas-gegas seraya berkata: Hai Musa, sesungguhnya pembesar negeri sedang berunding tentang kamu untuk membunuhmu, sebab itu keluarlah (dari kota ini) sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang memberi nasehat kepadamu.
|
dan datanglah
وَجَآءَ
seorang laki-laki
رَجُلٌ
dari
مِّنْ
ujung
أَقْصَا
kota
الْمَدِينَةِ
ia berjalan dengan cepat
يَسْعَىٰ
ia berkata
قَالَ
????
يٰمُوسَىٰٓ
sesungguhnya
إِنَّ
pembesar
الْمَلَأَ
mereka berunding
يَأْتَمِرُونَ
dengan/tentang kamu
بِكَ
untuk membunuhmu
لِيَقْتُلُوكَ
maka keluarlah kamu
فَاخْرُجْ
sesungguhnya aku
إِنِّى
kepadamu
لَكَ
dari/termasuk
مِنَ
orang-orang yang memberi nasehat
النّٰصِحِينَ
﴿٢٠﴾
|
﴾
Al Qashash 28:21
﴿
Maka keluarlah Musa dari kota itu dengan rasa takut menunggu-nunggu dengan khawatir, dia berdoa: Ya Tuhanku, selamatkanlah aku dari orang-orang yang zalim itu.
|
maka dia keluar
فَخَرَجَ
dari padanya (kota itu)
مِنْهَا
dengan rasa takut
خَآئِفًا
dia menunggu-nunggu
يَتَرَقَّبُ
ۖ
dia berkata (berdo'a)
قَالَ
ya Tuhanku
رَبِّ
selamatkanlah aku
نَجِّنِى
dari
مِنَ
kaum
الْقَوْمِ
orang-orang yang zalim
الظّٰلِمِينَ
﴿٢١﴾
|