apakah dia mengada-adakan
أَفْتَرَىٰ
atas
عَلَى
Allah
اللَّـهِ
kebohongan
كَذِبًا
ataukah
أَم
dengannya/padanya
بِهِۦ
penyakit gila
جِنَّةٌۢ
ۗ
bahkan/tetapi
بَلِ
orang-orang yang
الَّذِينَ
tidak
لَا
beriman
يُؤْمِنُونَ
kepada akhirat
بِالْءَاخِرَةِ
dalam
فِى
siksaan
الْعَذَابِ
dan kesesatan
وَالضَّلٰلِ
jauh
الْبَعِيدِ
﴿٨﴾
apakah maka tidak
أَفَلَمْ
mereka memperhatikan
يَرَوْا۟
pada
إِلَىٰ
apa
مَا
diantara
بَيْنَ
hadapan mereka
أَيْدِيهِمْ
dan apa
وَمَا
di belakang mereka
خَلْفَهُم
dari
مِّنَ
langit
السَّمَآءِ
dan bumi
وَالْأَرْضِ
ۚ
jika
إِن
Kami kehendaki
نَّشَأْ
Kami benamkan
نَخْسِفْ
dengan mereka
بِهِمُ
bumi
الْأَرْضَ
atau
أَوْ
Kami jatuhkan
نُسْقِطْ
atas mereka
عَلَيْهِمْ
potong/gumpalan
كِسَفًا
dari
مِّنَ
langit
السَّمَآءِ
ۚ
sesungguhnya
إِنَّ
pada
فِى
demikian itu
ذٰلِكَ
benar-benar tanda-tanda
لَءَايَةً
bagi setiap
لِّكُلِّ
hamba
عَبْدٍ
kembali
مُّنِيبٍ
﴿٩﴾
agar
أَنِ
buatlah
اعْمَلْ
baju besi
سٰبِغٰتٍ
besar
وَقَدِّرْ
dalam
فِى
tenunan/anyaman
السَّرْدِ
ۖ
dan kerjakanlah/beramallah
وَاعْمَلُوا۟
kebajikan/saleh
صٰلِحًا
ۖ
sesungguhnya Aku
إِنِّى
dengan/tentang apa
بِمَا
kamu kerjakan
تَعْمَلُونَ
melihat
بَصِيرٌ
﴿١١﴾
dan untuk Sulaiman
وَلِسُلَيْمٰنَ
angin
الرِّيحَ
perjalanannya di waktu pagi
غُدُوُّهَا
sebulan
شَهْرٌ
dan perjalanan di waktu petangnya
وَرَوَاحُهَا
sebulan
شَهْرٌ
ۖ
dan Kami alirkan
وَأَسَلْنَا
untuknya
لَهُۥ
sumber/mata air
عَيْنَ
leburan/cairan tembaga
الْقِطْرِ
ۖ
dan dari sebagian
وَمِنَ
jin
الْجِنِّ
orang/jin
مَن
ia bekerja
يَعْمَلُ
diantara
بَيْنَ
hadapannya
يَدَيْهِ
dengan izin
بِإِذْنِ
Tuhannya
رَبِّهِۦ
ۖ
dan barang siapa
وَمَن
berpaling/menyimpang
يَزِغْ
diantara mereka
مِنْهُمْ
dari
عَنْ
perintah Kami
أَمْرِنَا
Kami rasakannya
نُذِقْهُ
dari
مِنْ
azab
عَذَابِ
api yang menyala-nyala
السَّعِيرِ
﴿١٢﴾
mereka bekerja
يَعْمَلُونَ
untuknya (Sulaiman)
لَهُۥ
apa
مَا
yang dikehendaki
يَشَآءُ
dari
مِن
gedung-gedung yang tinggi
مَّحٰرِيبَ
dan patung-patung
وَتَمٰثِيلَ
dan pinggan-pinggan
وَجِفَانٍ
seperti kolam
كَالْجَوَابِ
dan periuk-periuk
وَقُدُورٍ
tidak bergerak
رَّاسِيٰتٍ
ۚ
bekerjalah
اعْمَلُوٓا۟
(hai) keluarga
ءَالَ
Daud
دَاوُۥدَ
bersyukur
شُكْرًا
ۚ
dan sedikit
وَقَلِيلٌ
dari
مِّنْ
hamba-hamba-Ku
عِبَادِىَ
bersyukur
الشَّكُورُ
﴿١٣﴾
maka tatkala
فَلَمَّا
Kami telah menetapkan
قَضَيْنَا
atasnya (Sulaiman)
عَلَيْهِ
kematian
الْمَوْتَ
tidak ada
مَا
menunjukkan kepada mereka
دَلَّهُمْ
atas
عَلَىٰ
kematiannya
مَوْتِهِۦٓ
kecuali
إِلَّا
binatang merayap
دَآبَّةُ
bumi
الْأَرْضِ
memakan
تَأْكُلُ
tongkatnya
مِنسَأَتَهُۥ
ۖ
maka tatkala
فَلَمَّا
dia tersungkur
خَرَّ
menjadi jelas/nyata
تَبَيَّنَتِ
jin
الْجِنُّ
bahwa
أَن
sekiranya
لَّوْ
adalah mereka
كَانُوا۟
mereka mengetahui
يَعْلَمُونَ
gaib
الْغَيْبَ
tidak
مَا
mereka tetap
لَبِثُوا۟
dalam
فِى
siksa
الْعَذَابِ
menghinakan
الْمُهِينِ
﴿١٤﴾