mereka berkata
قَالُوا۟
bangunkanlah/dirikanlah
ابْنُوا۟
untuknya (Ibrahim)
لَهُۥ
suatu bangunan
بُنْيٰنًا
lalu lemparkan dia
فَأَلْقُوهُ
pada
فِى
api yang menyala
الْجَحِيمِ
﴿٩٧﴾
maka mereka menghendaki
فَأَرَادُوا۟
dengannya/kepadanya
بِهِۦ
tipu-daya
كَيْدًا
lalu Kami jadikan mereka
فَجَعَلْنٰهُمُ
orang-orang yang hina
الْأَسْفَلِينَ
﴿٩٨﴾
maka tatkala
فَلَمَّا
(anak itu) sampai
بَلَغَ
bersamanya (Ibrahim)
مَعَهُ
berusaha
السَّعْىَ
(Ibrahim) berkata
قَالَ
Wahai keturunan
يٰبُنَىَّ
sesungguhnya aku
إِنِّىٓ
aku melihat
أَرَىٰ
dalam
فِى
tidurku
الْمَنَامِ
bahwasannya aku
أَنِّىٓ
aku menyembelih kamu
أَذْبَحُكَ
maka perhatikanlah
فَانظُرْ
apakah
مَاذَا
pendapatmu
تَرَىٰ
ۚ
(anak) berkata
قَالَ
wahai ayahku
يٰٓأَبَتِ
kerjakan
افْعَلْ
apa
مَا
yang kamu diperintahkan
تُؤْمَرُ
ۖ
kamu akan mendapatkan aku
سَتَجِدُنِىٓ
jika
إِن
menghendaki
شَآءَ
Allah
اللَّـهُ
dari/termasuk
مِنَ
orang-orang yang sabar
الصّٰبِرِينَ
﴿١٠٢﴾