Data yang ditemukan : 6236
Halaman : 38 Dari 624
Hasil Ke:371 s/d 380
|
﴾
Ali Imran:162
﴿
Apakah orang yang mengikuti keridhaan Allah sama dengan orang yang kembali membawa kemurkaan (yang besar) dari Allah dan tempatnya adalah Jahannam? Dan itulah seburuk-buruk tempat kembali.
|
apakah orang yang
أَفَمَنِ
mengikuti
اتَّبَعَ
keridhaan
رِضْوٰنَ
Allah
اللَّـهِ
sama seperti orang
كَمَنۢ
(ia) kembali
بَآءَ
dengan kemurkaan/kemarahan
بِسَخَطٍ
dari
مِّنَ
Allah
اللَّـهِ
dan tempatnya
وَمَأْوَىٰهُ
neraka jahanam
جَهَنَّمُ
ۚ
dan seburuk-buruk
وَبِئْسَ
tempat kembali
الْمَصِيرُ
﴿١٦٢﴾
|
﴾
Ali Imran:161
﴿
Tidak mungkin seorang nabi berkhianat dalam urusan harta rampasan perang. Barangsiapa yang berkhianat dalam urusan rampasan perang itu, maka pada hari kiamat ia akan datang membawa apa yang dikhianatkannya itu, kemudian tiap-tiap diri akan diberi pembalasan tentang apa yang ia kerjakan dengan (pembalasan) setimpal, sedang mereka tidak dianiaya.
|
dan tidak
وَمَا
ada/mungkin
كَانَ
bagi seorang Nabi
لِنَبِىٍّ
bahwa
أَن
ia berkhianat
يَغُلَّ
ۚ
dan barang siapa
وَمَن
berkhianat
يَغْلُلْ
ia akan datang
يَأْتِ
dengan apa
بِمَا
yang dikhianatinya
غَلَّ
pada hari
يَوْمَ
kiamat
الْقِيٰمَةِ
ۚ
kemudian
ثُمَّ
diberi balasan yang sempurna
تُوَفَّىٰ
tiap-tiap
كُلُّ
diri
نَفْسٍ
apa
مَّا
ia kerjakan
كَسَبَتْ
dan mereka
وَهُمْ
tidak
لَا
mereka dianiaya
يُظْلَمُونَ
﴿١٦١﴾
|
﴾
Ali Imran:160
﴿
Jika Allah menolong kamu, maka tak adalah orang yang dapat mengalahkan kamu; jika Allah membiarkan kamu (tidak memberi pertolongan), maka siapakah gerangan yang dapat menolong kamu (selain) dari Allah sesudah itu? Karena itu hendaklah kepada Allah saja orang-orang mukmin bertawakkal.
|
jika
إِن
menolong kamu
يَنصُرْكُمُ
Allah
اللَّـهُ
maka tidak ada
فَلَا
yang mengalahkan
غَالِبَ
bagi kamu
لَكُمْ
ۖ
dan jika
وَإِن
(Allah) membiarkan kamu
يَخْذُلْكُمْ
maka barangsiapa
فَمَن
mempunyai
ذَا
yang
الَّذِى
(ia) menolong kamu
يَنصُرُكُم
dari
مِّنۢ
sesudahnya
بَعْدِهِۦ
ۗ
dan atas/kepada
وَعَلَى
Allah
اللَّـهِ
maka hendaknya bertawakkal
فَلْيَتَوَكَّلِ
orang-orang mukmin
الْمُؤْمِنُونَ
﴿١٦٠﴾
|
﴾
Ali Imran:159
﴿
Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.
|
maka dengan
فَبِمَا
rahmat
رَحْمَةٍ
dari
مِّنَ
Allah
اللَّـهِ
kamu berlaku lemah lembut
لِنتَ
bagi/terhadap mereka
لَهُمْ
ۖ
dan sekiranya
وَلَوْ
kamu adalah
كُنتَ
bersikap keras
فَظًّا
kasar
غَلِيظَ
hati
الْقَلْبِ
tentu mereka akan menjauhkan diri
لَانفَضُّوا۟
dari
مِنْ
sekelilingmu
حَوْلِكَ
ۖ
maka maafkanlah
فَاعْفُ
dari mereka
عَنْهُمْ
dan mohonkan ampun
وَاسْتَغْفِرْ
bagi mereka
لَهُمْ
dan bermusyawarahlah dengan mereka
وَشَاوِرْهُمْ
dalam
فِى
urusan
الْأَمْرِ
ۖ
maka apabila
فَإِذَا
kamu membulatkan tekad
عَزَمْتَ
maka bertawakkallah
فَتَوَكَّلْ
atas/kepada
عَلَى
Allah
اللَّـهِ
ۚ
sesungguhnya
إِنَّ
Allah
اللَّـهَ
Dia menyukai
يُحِبُّ
orang-orang yang bertawakkal
الْمُتَوَكِّلِينَ
﴿١٥٩﴾
|
﴾
Ali Imran:158
﴿
Dan sungguh jika kamu meninggal atau gugur, tentulah kepada Allah saja kamu dikumpulkan.
|
dan jika
وَلَئِن
kamu mati
مُّتُّمْ
atau
أَوْ
kamu dibunuh
قُتِلْتُمْ
sungguh/tentulah kepada
لَإِلَى
Allah
اللَّـهِ
dikumpulkan
تُحْشَرُونَ
﴿١٥٨﴾
|
﴾
Ali Imran:154
﴿
Kemudian setelah kamu berdukacita, Allah menurunkan kepada kamu keamanan (berupa) kantuk yang meliputi segolongan dari pada kamu, sedang segolongan lagi telah dicemaskan oleh diri mereka sendiri, mereka menyangka yang tidak benar terhadap Allah seperti sangkaan jahiliyah. Mereka berkata: Apakah ada bagi kita barang sesuatu (hak campur tangan) dalam urusan ini?. Katakanlah: Sesungguhnya urusan itu seluruhnya di tangan Allah. Mereka menyembunyikan dalam hati mereka apa yang tidak mereka terangkan kepadamu; mereka berkata: Sekiranya ada bagi kita barang sesuatu (hak campur tangan) dalam urusan ini, niscaya kita tidak akan dibunuh (dikalahkan) di sini. Katakanlah: Sekiranya kamu berada di rumahmu, niscaya orang-orang yang telah ditakdirkan akan mati terbunuh itu keluar (juga) ke tempat mereka terbunuh. Dan Allah (berbuat demikian) untuk menguji apa yang ada dalam dadamu dan untuk membersihkan apa yang ada dalam hatimu. Allah Maha Mengetahui isi hati.
|
kemudian
ثُمَّ
(Allah) menurunkan
أَنزَلَ
atas/kepada kamu
عَلَيْكُم
dari
مِّنۢ
sesudah/setelah
بَعْدِ
bersedih hati
الْغَمِّ
ketentraman
أَمَنَةً
kantuk
نُّعَاسًا
(ia) meliputi
يَغْشَىٰ
segolongan
طَآئِفَةً
dari padamu
مِّنكُمْ
ۖ
dan segolongan
وَطَآئِفَةٌ
sungguh
قَدْ
mencemaskan mereka
أَهَمَّتْهُمْ
diri mereka sendiri
أَنفُسُهُمْ
mereka menduga
يَظُنُّونَ
dengan/kepada Allah
بِاللَّـهِ
tanpa/tidak
غَيْرَ
benar
الْحَقِّ
dugaan/sangkaan
ظَنَّ
orang-orang jahiliyah
الْجٰهِلِيَّةِ
ۖ
mereka berkata
يَقُولُونَ
apakah
هَل
bagi kami
لَّنَا
dari
مِنَ
urusan ini
الْأَمْرِ
dari
مِن
sesuatu
شَىْءٍ
ۗ
katakanlah
قُلْ
sesungguhnya
إِنَّ
urusan ini
الْأَمْرَ
seluruhnya
كُلَّهُۥ
bagi/di tangan Allah
لِلَّـهِ
ۗ
mereka menyembunyikan
يُخْفُونَ
dalam
فِىٓ
diri mereka
أَنفُسِهِم
apa
مَّا
tidak
لَا
mereka terangkan
يُبْدُونَ
bagimu/kepadamu
لَكَ
ۖ
mereka berkata
يَقُولُونَ
sekiranya
لَوْ
adalah
كَانَ
bagi kami
لَنَا
dari
مِنَ
urusan ini
الْأَمْرِ
barang sesuatu
شَىْءٌ
tidak
مَّا
kami dibunuh
قُتِلْنَا
di sini
هٰهُنَا
ۗ
katakanlah
قُل
sekiranya
لَّوْ
kamu adalah
كُنتُمْ
dalam
فِى
rumahmu
بُيُوتِكُمْ
niscaya tampak
لَبَرَزَ
orang-orang yang
الَّذِينَ
ditetapkan
كُتِبَ
atas mereka
عَلَيْهِمُ
terbunuh
الْقَتْلُ
sampai
إِلَىٰ
pembaringan mereka
مَضَاجِعِهِمْ
ۖ
dan karena hendak mencoba
وَلِيَبْتَلِىَ
Allah
اللَّـهُ
apa
مَا
di dalam
فِى
dada kamu
صُدُورِكُمْ
dan karena Dia hendak membersihkan
وَلِيُمَحِّصَ
apa
مَا
di dalam
فِى
hati kamu
قُلُوبِكُمْ
ۗ
dan Allah
وَاللَّـهُ
Maha Mengetahui
عَلِيمٌۢ
pada/dalam isi
بِذَاتِ
dada/hati
الصُّدُورِ
﴿١٥٤﴾
|
﴾
Ali Imran:152
﴿
Dan sesungguhnya Allah telah memenuhi janji-Nya kepada kamu, ketika kamu membunuh mereka dengan izin-Nya sampai pada saat kamu lemah dan berselisih dalam urusan itu dan mendurhakai perintah (Rasul) sesudah Allah memperlihatkan kepadamu apa yang kamu sukai. Di antaramu ada orang yang menghendaki dunia dan diantara kamu ada orang yang menghendaki akhirat. Kemudian Allah memalingkan kamu dari mereka untuk menguji kamu, dan sesunguhnya Allah telah memaafkan kamu. Dan Allah mempunyai karunia (yang dilimpahkan) atas orang orang yang beriman.
|
dan sesungguhnya
وَلَقَدْ
telah membenarkan kepadamu
صَدَقَكُمُ
Allah
اللَّـهُ
janjiNya
وَعْدَهُۥٓ
ketika
إِذْ
kamu membunuh mereka
تَحُسُّونَهُم
dengan izinNya
بِإِذْنِهِۦ
ۖ
sehingga
حَتَّىٰٓ
ketika/pada saat
إِذَا
kamu lemah/sia-sia
فَشِلْتُمْ
dan kamu berselisih
وَتَنٰزَعْتُمْ
dalam
فِى
urusan
الْأَمْرِ
dan kamu mendurhakai
وَعَصَيْتُم
dari
مِّنۢ
sesudah
بَعْدِ
apa
مَآ
Dia memperlihatkan kepadamu
أَرَىٰكُم
apa
مَّا
kamu sukai
تُحِبُّونَ
ۚ
diantara kamu
مِنكُم
orang
مَّن
(ia) menghendaki
يُرِيدُ
dunia
الدُّنْيَا
dan diantara kamu
وَمِنكُم
orang
مَّن
(ia) menyukai
يُرِيدُ
akhirat
الْءَاخِرَةَ
ۚ
kemudian
ثُمَّ
Dia memalingkan kamu
صَرَفَكُمْ
dari mereka
عَنْهُمْ
untuk Dia menguji kamu
لِيَبْتَلِيَكُمْ
ۖ
dan sesungguhnya
وَلَقَدْ
Dia memaafkan
عَفَا
dari kamu
عَنكُمْ
ۗ
dan Allah
وَاللَّـهُ
mempunyai
ذُو
karunia
فَضْلٍ
atas
عَلَى
orang-orang yang beriman
الْمُؤْمِنِينَ
﴿١٥٢﴾
|
﴾
Ali Imran:153
﴿
(Ingatlah) ketika kamu lari dan tidak menoleh kepada seseorangpun, sedang Rasul yang berada di antara kawan-kawanmu yang lain memanggil kamu, karena itu Allah menimpakan atas kamu kesedihan atas kesedihan, supaya kamu jangan bersedih hati terhadap apa yang luput dari pada kamu dan terhadap apa yang menimpa kamu. Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
|
۞
ketika
إِذْ
kamu naik/lari
تُصْعِدُونَ
dan tidak
وَلَا
kamu menoleh
تَلْوُۥنَ
atas/kepada
عَلَىٰٓ
seseorang
أَحَدٍ
dan Rasul
وَالرَّسُولُ
(ia) memanggil kamu
يَدْعُوكُمْ
pada
فِىٓ
yang lain di antara kamu
أُخْرَىٰكُمْ
maka Dia menimpakan padamu
فَأَثٰبَكُمْ
kesedihan
غَمًّۢا
dengan/atas kesedihan
بِغَمٍّ
supaya
لِّكَيْلَا
kamu bersedih hati
تَحْزَنُوا۟
atas/terhadap
عَلَىٰ
apa
مَا
(ia) luput darimu
فَاتَكُمْ
dan tidak
وَلَا
apa
مَآ
(ia) menimpa kamu
أَصٰبَكُمْ
ۗ
dan Allah
وَاللَّـهُ
Maha Mengetahui
خَبِيرٌۢ
dengan/terhadap apa
بِمَا
kamu kerjakan
تَعْمَلُونَ
﴿١٥٣﴾
|
﴾
Ali Imran:164
﴿
Sungguh Allah telah memberi karunia kepada orang-orang yang beriman ketika Allah mengutus diantara mereka seorang rasul dari golongan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat Allah, membersihkan (jiwa) mereka, dan mengajarkan kepada mereka Al Kitab dan Al Hikmah. Dan sesungguhnya sebelum (kedatangan Nabi) itu, mereka adalah benar-benar dalam kesesatan yang nyata.
|
sesungguhnya
لَقَدْ
telah memberi karunia
مَنَّ
Allah
اللَّـهُ
atas/kepada
عَلَى
orang-orang yang beriman
الْمُؤْمِنِينَ
ketika
إِذْ
(Allah) mengutus
بَعَثَ
pada/diantara mereka
فِيهِمْ
seorang Rasul
رَسُولًا
dari
مِّنْ
(golongan) mereka sendiri
أَنفُسِهِمْ
(ia) membacakan
يَتْلُوا۟
atas/kepada mereka
عَلَيْهِمْ
ayat-ayatNya
ءَايٰتِهِۦ
dan (ia) membersihkan mereka
وَيُزَكِّيهِمْ
dan (ia) mengajarkan mereka
وَيُعَلِّمُهُمُ
Al Kitab
الْكِتٰبَ
dan Hikmah
وَالْحِكْمَةَ
dan sedangkan
وَإِن
mereka adalah
كَانُوا۟
dari
مِن
sebelum itu
قَبْلُ
sungguh dalam
لَفِى
kesesatan
ضَلٰلٍ
yang nyata
مُّبِينٍ
﴿١٦٤﴾
|
﴾
Ali Imran:155
﴿
Sesungguhnya orang-orang yang berpaling di antaramu pada hari bertemu dua pasukan itu, hanya saja mereka digelincirkan oleh syaitan, disebabkan sebagian kesalahan yang telah mereka perbuat (di masa lampau) dan sesungguhnya Allah telah memberi maaf kepada mereka. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyantun.
|
sesungguhnya
إِنَّ
orang-orang yang
الَّذِينَ
(mereka) berpaling
تَوَلَّوْا۟
dari/di antara kamu
مِنكُمْ
pada hari
يَوْمَ
bertemu
الْتَقَى
dua kumpulan/pasukan
الْجَمْعَانِ
sesungguhnya hanyalah
إِنَّمَا
menggelincirkan mereka
اسْتَزَلَّهُمُ
syaitan
الشَّيْطٰنُ
dengan sebagian/disebabkan
بِبَعْضِ
apa
مَا
mereka perbuat
كَسَبُوا۟
ۖ
dan sesungguhnya
وَلَقَدْ
telah memberi maaf
عَفَا
Allah
اللَّـهُ
dari/kepada mereka
عَنْهُمْ
ۗ
sesungguhnya
إِنَّ
Allah
اللَّـهَ
Maha Pengampun
غَفُورٌ
Maha Penyantun
حَلِيمٌ
﴿١٥٥﴾
|